BAB IX
Falsafah Metode mengajar Dalam Pendidikan Islam
1. Konsep metode Mengajar dan pentingnya dalam pendidikan Islam
a. Prof. Mohd. Athiyah Al-Abrasyi
b. Prof. Mohd. Abd Rahim Ghunaimah
c. Prof. Ali Al-Jumbalathy dan Abu Al-Fath Attawanisy
d. Prof Saleh Abd. Aziz dan Dr. Abd. Aziz Abd. Majid (mengutip dari pendapat Kilpatrick)
e. Edgar Brucey Wesley
Dari defenisi yang diajukan oleh mereka ini dianalisa oleh Al-Syaibany bahwa ada beberapa unsure dalam metode mengajar, yaitu:
a. Metode mengajarbadalah jalan seorang guru untuk membei paham kepada murid-muridnya dan merubah tingkah lakunya sesuai dengan tujuan-tujuan yang diinginkan
b. Metode adalah alat
c. Tujuan asasi pengajaran adalah pelaksanaan pengajaran yang baik
d. Kegiatan pengajaran adalah kegiatan yang terarah dan sekali gus mempunyai berbagai segi, bertujuan untuk mencapai proses belajar yang diinginkan.
e. Metode mengajar adalah lebih dari segala-galanya.
Jadi, menurut Al-Syaibany, setelah ditulisnya beberapa pendapat di atas maka jelaslah bahwa metode mengajar sangat penting dalam proses pendidikan. Sekalipun kita memahami pahwa peran pelajar sangat penting, namun tidak menefikan metode mengajar juga penting diketahui; karena atas kejayaan guru dalam metode mengajarlah dapat dinilai kejayaannya dalam pekerjaannya sebagai guru. Dan guru yang terampil dan Berjaya dalam metode mengajarnyalah yang lebih baik nasibnya dalam pekerjaannya sebagai guru.
Di sisi lain, bukti pentingnya metode mengajar adalah banyaknya para pemikir pendidikan yang membahas terus tentang metode tersebut.
Menurut Al-Syaibany, pendidik-pendidik Islamlah yang pertama-tama menekankan pentingnya metode pengajaran dan menentukan prisip-prinsip dan syarat-syarat yang harus dipelihara dalam metode mengajar, dialog, perdbatan, dan pelajaran. Al-Syaibany menulis beberapa ulama yang membahas yang berkenaan dengan metode mengajar, seperti: Ibnu Sahnun (w. 256 H.) dengan kitabnya Adab al-Mu’allimin (Sopan-santun guru-guru), Abil Hasan al-Qabisy (w. 1012 M.) dengan kitabnya al-Risalah al-Mufashshalah li ahwal al-Mu’allimin wa ahkam al-mu’allimin wa al-muta’allimin (uraian panjang tentang keadaan guru-guru dan tata cara guru dan murid, dan Abd al-Basith al-Almawy (w. 981 H.) dengan kitabnya al-Mu’id adab al-Mufid wa al-Mustafid (keterangan tentang tata cara orang yang memberi faedah dan orang yang mengambil faedah).
2. Berbagai penjenisan dalam metode mengajar
Guru dalam pendidikan Islam adalah pencipta metode mengajarnya, oleh sebab itu adalah menjadi haknya untuk menolak metode manapun yang dipaksakan kepadanya dari luar. Adalah haknya untuk memilih metode yang sesuai dengan tujuan pendidikan pendidikan yang ingin dicapainya; mata pelajaran yang diajarkannya; macam pelajaran yang diajarkannya; tahap perkembangan dan kematangan, kecerdasan dan pencapaian murid-muridnya; kesanggupan h
yang ada padanya; dan suasana yang meliputinya.
3. Metode Umum yang terpenting yang pernah digunakan dalam pendidikan islam
a. Metode pengambilankesimpulan atau induktif
Metode ini berguna untuk membiasakan murid-murid berfikir, membanding, menimbang antara bahagian-bahagian dan mengambil kesimpulan-kesimpulan dan prinsip-prinsip umum dari bahagian-bahagian ini. Dan perlu diketahui bahwa metode ini sulit untuk dilaksanakan pada pelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan dan membina keterampilan tangan. Metode ini dapat dilaksanakan pada pelajaran yang bertujuan untuk mencapai suatu undang-undang atau hokum atau berbagai fakta umum.
Sebelum roger Bacon dan Prancis bacon, umat Islamlah yang mula-mula menggunakan
b. Metode perbandingan (qiyashah)
Metode perbandingan ini disebut juga metode deduktif, dapat digunakan pada pengajaran sains, dan pelajaran-pelajaran yang mengandung prinsip-prinsip, hokum-hukum, fakta-fakta umum.
c. Metode Kuliah
d. Metode Dialog dan Perbincangan
e. Metode lingkaran (halaqah), Riwayat, Mendengar dan Membaca, dikte dan hafalan, pemahaman dan lawatan.
1. Metode lingkaran (Halaqah)
Pelajar-pelajar mengelilingi gurunya dalam setengah bulatan untuk mendengarkan syarahannya.
2. Metode Riwayat
Hadis, Bahasa dan sastra Arab termasuk ilmu-ilmu Islam dan segi-segi pemikiran Islam yang paling banyak menggunakan riwayat dan bergantung padanya.
3. Metode Mendengar
Metode ini sangat banyak digunakan di masa awal Islam, karena ketika itu para ahli tidak suka menulis yang didengarnya karena khawatir akan diserupakan dengan Al-Qur’an. Dan ini buktinya bahwa para ulama pada masa awal Islam memiliki daya ingat yang sangat kuat.
4. Metode membaca
Metode ini tersebar setelah pintu ijtihad di dunia islam telah tertutup, dan pengajaran terbatas hanya pada mengikuti buku-buku tertentu saja.
5. Metode Imla’ (Dictation)
Metode ini berkembang setelah kertas dan tulisan tersebar. Menurut al-Syaibany, ulama yang terakhir melaksanakan metode ini adalah Syekh Murthadha Al-Zubaydi, pengarang kamus, meninggal tahun 1205 H, di kaherah.
6. Metode Hafalan
7. Metode Pemahaman
8. Metode Lawatan untuk menuntut ilmu
4. Ciri-Ciri dan Tujuan umum bagi metode mengajar dalam pendidikan Islam
Pertama : Ciri-ciri metode mengajar dalam pendidikan Islam
1- Berpadunya metode dan cara-cara, dari segi tujuan dan alat, dengan jiwa ajaran dan akhlak Islam yang mulia
2- Metode terebut bersifat luwes dan dapat menerima perubahan dan poenyesuaian sesuai dengan keadaan dan suasana dan mengikut sifat pelajar.
3- Metode tersebut berusaha sungguh-sungguh mengaitkan antara teori dan praktek, proses belajar dan amal, riwayat dan kepahaman, hafalan dan fahaman, imla’ dan ijtihad.
4- Membuang cara-cara meringkaskan dalam pengajaran dan menganggap bahwa ringkasan-ringkasan ini adalah sebab-sebab rusaknya kebolehan-kebolehan ilmiah yang berguna.
5- Menekankan kebebasan murid-murid berdiskusi namun dalam batas kesopanan dan hormat menghormati
6- Guru diberi hak penuh untuk memilih metode yang dianggapnya sesuai bagi suatu pelajaran dan tabiat murid-muridnya
Kedua : Tujuan-tujuan umum umum metode-metode mengajar dalam pendidikan Islam
1. Menolong pelajat untuk mengembangkan pengetahuan, maklumat dan lain-lain
2. Membiasakan pelajar menghafal, memahami, berfikiran sehat, dan lainnya
3. Memudahkan proses pengajaran itu bagi pelajar
4. Menciptakan suasana yang sesuai bagi pengajaran yang berlaku
5. Dasar-Dasar umum metode mengajar dalam pendidikan Islam
Pertama : dasar agama
Kedua : dasar-dasar bio-psikologis
1- Dasar biologis
2- Dasar psikologis
3- Dasar Sosial
6. Prinsip-Prinsip umum terpenting yang menjadi dasar metode-metode mengajar dalam pendidikan Islam.
Prinsip pertama : Pentingnya menjaga motivasi pelajar dan kebutuhan, minat, dan keinginannya pada proses belajar. Maka pendidik wajib memadukan antara tarikan dan kekerasan (persuation & determination), supaya jiwa anak-anak tidak menjadi lemah dan jangan dipaksa supaya ia tidak marah.
Prinsip kedua : pentingnya menjaga tujuan pelajar dan menolongnya mengembangkan tujuan tersebut. Prinsip ini didasarkan pada hadis nabi, diantaranya:
من تعلم العلم لله عز و جل و عمل به حشره الله يوم القيامة آمنا و يرزقه الورود على الحوض
Prinsip ketiga : kemestian memelihara tahap kematangan yang dicapai oleh pelajar dan derajat kesediaannya untuk belajar. Prinsip ini berdasar pada ayat Al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 286, dan hadis nabi:
نحن معاشر الأنبياء أمرنا ان ننزل الناس منازلهم و نكلمهم على قدر عقولهم
Prinsip keempat : Perlunya menjaga perbedaan-perbedaan perseorangan di antara pelajar-pelajar.
Prinsip kelima : pendidik seharusnya mempersiapkan peluang partisipasi
1- Prinsip partisipasi praktikal, Landasannya, Firman Allah ddalam surah al-Hujurat ayat 15, An-Nur ayat 55, dan Hadis Nabi
قل آمنت بالله ثم استقم
2- Prinsip penjelasan konkrit terhadap makna (abstrak), firman Allah dalam surah Ibrahim ayat 24-26 telah menjelaskan berkenaan dengan prinsip ini.
3- Prinsip pengulangan, di antara dalilnya adalah firman Allah surah al-Baqarah ayat 44, dan hadis nabi
من عمل بما علم ورثه الله علم ما لم يعلم
4- Prinsip tauladan yang baik prinsip ini didasarkan pada firman Allah, di antaranya adalah surah Al-Qalam ayat 4, dan sabda raszul s.a.w
من تعلم علما ولم يزدد هدى لم يزدد من الله إلا بعدا
Prinsip Ke enam : pentngnya memperhatikan kefahaman , karena hadis rasul ada mengatakan
رب حامل فقه لا فقه له
Prinsip ketujuh : Pentingnya membuat proses pendidikan itu suatu proses yang menggembirakan dan menciptakan kesan yang baik pada diri pelajar. Firman Allah surat al- Nahl ayat 125.
Laporan tentang bab ix, bahwa di dalam bab ini di bahas secara luas dan rinci tentang metode mengajar. Al-Syaibany beralasan bahwa metode mengajar ini dari sisi falsafahnya termasuk instumen yang sangat penting dalam proses pendidikan, karena ketika metode mengajar tidak baik maka tujuan yang ingin dicapai tidak akan didapat maksimal sekalipun instrument yang lain baik dan sempurna.
Penulis laporan ini melihat bahwa dalam bab ini banyak yang didasarkan pada dalil naqli dan juga ada didasarkan pada perkataan ulama.
Namun, walaupun begitu banyak dalil yang dikemukakan, penulis melihat masih minimnya pembahasan yang langsung diuraikan dari sisi falsafahnya, dan lebih mengarah kepada kajian ilmunya saja; karena al-Syaibany kebanyakan hanya merinci sesuai dengan bagian-bagiannya.
Daftar Pustaka
Al-syaibany, dalam menulis kitabnya dengan 97 kitab rujukan, dua di antaranya buku yang berbahasa inggris, ini menunjukkan bahwa dia bukan hanya ulama yang faham dengan bahasa Arab namun menguasai juga bahasa asing.
PENUTUP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar